Monday, March 26, 2012

Siapkah Anda Bertugas di Luar Negeri?



Dunia menjadi kecil dengan terhubungnya negara satu sama lain, baik secara harfiah dengan mudahnya transportasi khususnya penerbangan dari satu negara ke negara lainnya, terlebih dengan berkembangnya teknologi informasi utamanya internet, dengan mudah kita terhubung ke seluruh dunia dalam hitungan detik.


Keadaan ini memberikan peluang bukan saja bagi perusahaan internasional dari seluruh dunia masuk ke negara kita, dipelopori oleh Jepang, Korea,Amerika,Australia dan sekarang China, akan tetapi sesungguhnya terbuka juga peluang bagi perusahaan nasional kita untuk merambah berbagai negara di seluruh penjuru dunia.

Namun harus diakui bahwa peluang itu tidak atau belum termanfaatkan dengan baik, alhasil kita tidak melihat perusahaan- perusahaan Indonesia berkibar di berbagai negara. Jika ditelusuri, hal ini disebabkan kemampuan perusahaan kita untuk menembus pasar di luar negeri mengalami kendala salah satunya adalah langkanya SDM yang dapat dijadikan wakil perusahaan di luar negeri.

Para profesional dan manajer Indonesia lebih senang membangun karier di dalam negeri, berorientasi hanya di pasar nasional dan tidak siap, ragu-ragu dan merasa minder ketika harus hijrah ke negara lain. Kalaupun siap biasanya hanya di negara-negara yang banyak orang Indonesia. Kendala utama bagi mereka yang harus dan akan bertugas di luar negeri biasanya bahasa. Para profesional dan manajer kita tidak kurang pintar dan bahkan brilian dalam pemikiran dan keterampilan.

Namun ketika harus berinteraksi secara intensif dalam bahasa asing menjadi kewalahan, dan akibatnya banyak berdiam diri, berbeda dengan profesional dan manajer dari negara lain yang rata-rata nekat, sekalipun menguasai bahasa lokal hanya sekedarnya. Dengan derasnya arus globalisasi, Indonesia akan semakin ketinggalan jika tidak menggembleng para profesional dan manajer untuk siap berkiprah di luar negeri,di negara mana pun di mana peluang pasar terbuka lebar.

Beberapa pertanyaan seperti ini diajukan oleh mereka yang ditawari untuk bekerja di luar negeri: • Apakah saya perlu belajar bahasa nasional negara ke mana saya akan ditempatkan? • Saya belum pernah tinggal di negara tersebut bagaimana saya dapat beradaptasi? • Bagaimana jika setibanya saya di negara tersebut kemudian tidak sesuai dengan harapan saya?

Mungkin pertanyaanpertanyaan itu wajar-wajar saja namun jangan lalu menjadi penghalang ketika peluang itu tiba bagi Anda. Oleh karena itulah, sebaiknya ada persiapan yang terencana sebelum Anda menerima penugasan di luar negeri. Beberapa tahap ini akan membantu anda lebih siap:

1. Memulai di mana Anda berada sekarang, Anda bisa mempelajari bahasa Inggris yang universal dapat dipakai di negara mana pun, akan tetapi Anda dapat menambahkan dengan bahasa nasional negara yang Anda minati. Jangan menunda lagi, dengan berpikir nanti saja kalau sudah pasti. Selain bahasa, Anda dapat mempelajari hal ihwal budaya dan sejarah bangsa dari negara tertentu.

2.Beranikan dan menawarkan diri apabila ada proyek jangka pendek yang harus dikerjakan di negara tersebut, karena itu akan merupakan sebuah kesempatan untuk mengenal secara langsung apa yang telah Anda pelajari melalui desktop Anda.

3. Daftarkan diri anda kepada pimpinan bahwa Anda siap kapan pun ditugaskan di luar negeri, khususnya di negara yang anda sudah pernah melakukan orientasi singkat, berharap ketika peluang itu tiba Anda berada di-short-list dan menjadi orang pertama yang dikirim.

4. Jika kesempatan di perusahaan Anda bekerja tak kunjung tiba, tidak ada salahnya untuk Anda mulai mencari kesempatan di luar. Dari waktu ke waktu,Anda akan melihat iklan lowongan atau tawaran untuk bekerja di luar negeri sebagai ekspatriat, dengan kompensasi jauh lebih baik dibandingkan jika Anda tetap pada posisi sekarang di dalam negeri.

5. Citrakan diri anda sebagai profesional atau manajer berkaliber internasional. Jangan berhenti untuk belajar dan membina hubungan seluas-luasnya di negara di mana Anda bertugas dan itu akan memberikan bobot terhadap diri anda. Jangan membatasi apalagi mengurung diri dengan hanya bergaul di perusahaan sendiri. Dengan meningkatnya citra diri Anda sebagai profesional atau manajer kaliber internasional maka “harga”Anda pun akan meningkat.

Arthur Bell, penulis buku Great Jobs Abroad (New York: McGraw-Hill) dan Huw Francis & Michelyne Callan, penulis buku Live and Work Abroad (OH: Seven Hill Books) selain memberikan tip di atas juga memberikan peringatan bahwa penyebab kegagalan seorang profesional dan manajer yang mencoba mengadu nasib di luar negeri antara lain:

• Tidak meminta persetujuan keluarga, memaksakan diri, sehingga pada akhirnya tidak tenang bekerja sementara hati berada di Tanah Air. Yang terbaik tentunya adalah apabila keluarga bisa ikut serta, atau kalau belum memungkinkan setidaknya mendapat persetujuan dan dukungan dari istri atau suami sebelumnya,sehingga bisa lebih tenang mengerjakan tugas dan tanggung jawab dengan dukungan mereka.

• Menganggap remeh kebiasaan dan budaya setempat dan tidak mau menyesuaikan diri akibatnya sulit bergaul dan tidak mendapat kerja sama yang selayaknya dari orang lokal. Perusahaan Indonesia akan lebih cepat maju dan berkiprah di pasar Internasional jika saja kita mempunyai cukup para profesional dan manajer andal yang siap berkarier dan berkarya di negara manapun. Mungkinkah Anda orangnya? Sukses!







(Harian Seputar Indonesia)

No comments: